Minggu, 30 November 2014

The Hunger Games : Mockingjay - Part 1


Pemberontak pun perlu Publikasi dan Pencitraan
 



Merupakan film petualang Sains Fiksi besutan Francis Lawrence, diangkat dari Novel dengan judul yang sama yang merupakan buku ketiga dari Trilogi The Hunger Games karya Suzanne Collins. Produksi Lions Gate dan Color Force, dengan distribusi oleh Lionsgate.  Dibuat dengan bujet USD 250 juta (berbarengan dengan Part 2) dan telah menghasilkan USD 480 juta hanya sampai akhir Nopember 2014 saja.

Sinopsis Gue :

Setelah diselamatkan dari pertandingan mematikan di perayaan Hunger Games yang ke 75 di Panem, Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) beserta Victors Beetee (Jeffrey Wright) dan Finnick Odair (Sam Claflin) dibawa ke Distrik 13 yang kemudian dipertemukan dengan ibu dan adiknya, Primrose Everdeen (Willow Shields).  Sambil memulihkan diri, Katniss dipertemukan dengan Presiden Alma Coin (Julianne Moore) pimpinan dari pemberontak. Dengan bantuan Plutarch Heavensbee (Philip Seymour Hoffman) pula, Katniss hendak dijadikan simbol pemberontakan oleh Presiden Coin dengan julukan "Mockingjay". Katniss yang pada mulanya menolak karena lebih peduli dengan kekasihnya Peeta Mellark (Josh Hutcherson) dari Distrik 12, akhirnya ditunjukkan oleh Presiden Coin bahwa Distrik 12 telah dibumihanguskan oleh Presiden Snow (Donald Shuterland) disertai dengan pembantaian sebagian warganya. Rasa marah Katniss membuatnya menerima dirinya menjadi simbol "Mockingjay" dengan polesan Effie Trinket (Elisabeth Banks) dan bimbingan Haymitch Abernathy (Woody Harrelson). Dari situlah dibuatkan slogan-slogan perjuangan pemberontakan untuk melawan tirani dari Capitol yang dikuasai Presiden Snow. Bersama dengan Gale Hawthorne (Liam Hemsworth), Katniss membangkitkan rasa pemberontakan di setiap Distrik di Panem dengan pengorbanan yang tidak sedikit. Keinginan Katniss agar Peeta dapat diselamatkan dari Capitol disetujui oleh Presiden Coin dengan melakukan operasi penyelamatan dipimpin oleh Boggs (Mahershala Ali) dan Gale. Penyelamatan tersebut ternyata tidaklah semulus yang direncanakan.  

 
Review Gue :
 
Yang berharap bahwa film ini penuh dengan baku aksi seperti pada pendahulunya siap-siap dibuat kecewa karena dalam film ini hanya sekali Katniss melepaskan anak panahnya menjatuhkan pesawat pengebom dari Capitol.  Film ini lebih mengutamakan drama dan 'strategi politik' bagaimana merekrut simpati dari setiap distrik untuk mendukung perjuangan Distrik 13 melawan Capitol. Walaupun secara aksi sangat jauh berkurang, namun dari sisi drama lebih kuat ditampilkan.  Sisi manusiawi Katniss yang terkadang sebagai manusia mengalami kelelahan mental dan kebimbangan ditampilkan dengan kuat sehingga buat penggemar 'tough heroine' akan sedikit kecewa dengan 'kelembekan' Katniss. Jennifer Lawrence telah menampilkan dirinya sebagai bintang kelas Oscar sehingga bisa dikatakan bermain lepas. Woody Harrelson tidak ditampilkan secara maksimal karena harus berbagi dengan yang lainnya. Elisabeth Banks diberikan porsi lebih banyak dari yang terdapat di novelnya sehingga gaya 'ceriwisnya' bisa lebih optimal. Film ini sebenarnya lebih merupakan dedikasi kepada Philip Seymour Hoffman yang meninggal pada Pebruari 2014 saat syuting sudah hampir selesai. Dan Hoffman memang membuktikan bahwa ia bukanlah sekedar aktor kelas Oscar biasa. Kehadiran Julianne Moore cukup memberikan kesegaran walaupun masih 'rigid'. Kembali, James Newton Howard yang memberikan sentuhan emosi dengan orkestrasinya sangat membantu panjangnya film ini yang penuh dengan strategi politik dan 'pencitraan'.

Kehadiran Part 2 nya diharapkan dapat menjadi final yang menjadi klimaks dari Hunger Games. Tentunya para penggemar Katniss berharap terjadi pertempuran sengit head to head dengan Presiden Snow dengan keahliannya menggunakan anak panahnya. Semoga....

Gue rating film ini 3 bintang dari 5 bintang ...
 
Keep Rolling... Selamat menikmati... Have a Great Watch...!!!


Minggu, 09 November 2014

Big Hero 6

Pahlawan Balon Perawat




Film Disney pertama yang mengambil dari cerita komik milik Marvel. Dibesut oleh Don Hall dan Chris Williams.  Produksi Walt Disney Pictures dengan distribusi oleh Walt Disney Studios. Dibuat dengan bujet USD 165 juta.


Sinopsis Gue  :

Tersebutlah kota masa depan bernama San Fransokyo dimana terdapat seorang pemuda tanggung bernama Hiro Hamada (Ryan Potter) yang cerdas dalam membuat robot dan suka mengikuti pertandingan adu robot yang diadakan secara ilegal.  Kenakalan Hiro selalu dibela oleh sang kakak Tadashi Hamada (Daniel Henney) yang juga cerdas dan kuliah perguruan tinggi iptek. Khawatir akan Hiro yang akan terpengaruh dunia jalanan, Tadashi mengajak Hiro ke kampsnya dan mengenalkan Hiro dengan teman-temannya yaitu Fred (T.J. Miller), GoGo Tomago (Jamie Chung), Wasabi (Damon Wayans Jr.) dan Honey Lemon (Genesis Rodriguez). Perkenalan tersebut membawa Hiro menjadi lebih terbuka matanya tentang lingkungan kampus sang kakak. Terlebih Tadashi berhasil membuat suatu robot perawat yang dapat mengatisipasi timbulnya suatu gejala penyakit atau menyembuhkan penyakit ringan yang diberi nama Baymax (Scott Adsit).  Dalam suatu kejadian yang memilukan, Tadashi tewas karena kecelakaan akibat terbakarnya kampus secara misterius.  Rasa duka Hiro yang mendalam tidak dapat diobati bahkan oleh sang bibi Cass (Maya Rudolph). Dalam duka yang sangat, tanpa sengaja Hiro mengaktifkan Baymax sehingga dengan terpaksa Hiro pun berkawan dengan Baymax. Ternyata Baymax adalah robot yang berguna buat Hiro sehingga Hiro pun memodifikasi Baymax sehingga tidak hanya sebagai robot perawat, namun juga sebagai robot pemberantas kejahatan.  Dengan dibantu oleh teman-temanb daru Tadashi, Hiro, Baymax dan kawan-kawannya memecahkan misteri tewasnya Tadashi yang membawa mereka ke petualangan yang seru.


Review Gue :

Setelah Sukses dalam menelorkan Wreck It Ralph dan Frozen, tim Disney kembali meluncurkan film animasi komputer yang uniknya merupakan adaptasi dari komik Marvel yang terkenal menelurkan karya Avengers dan Iron Man.  Secara pribadi, Big Hero 6 lebih menarik panyajiannya daripada Frozen. Karena Frozen didukung promosi yang besar-besaran membuat sukses film Frozen nampak fenomenal. Bintang dalam film ini tentu saja Baymax, robot imut berbentuk manusia balon yang awalnya diciptakan sebagai robot perawat dan dimodifikasi menjadi robot semi tempur. Scott Adsit yang sukses dalam serial 30 Rock nampak menyatu dengan Baymax

Secara keseluruhan film ini lebih menyegarkan walaupun cukup banyak adegan aksinya. Chubby-nya Baymax benar-benar mencuri perhatian ditambah lagi dengan kepolosan khas Disney membuat tokoh Baymax benar-benar menjadi Lovable, plus dengan 'pengorbanan' yang dilakukan Baymax untuk menyelamatkan Hiro semakin menambah nilai buat si robot gendut ini. Selain Scott Adsit, ada pula T.J. Miller dan Damon Wayans Jr. yang berhasil menghidupkan karakter Fred dan Wasabi, tak ketinggalan Maya Rudolph sebagai bibi Cas, Jamie Chung dan Genesis Rodriguez cukup dapat menghidupkan suasana. Musik yang dinamis arahan Henry Jackman mendukung emosi tiap adegan. Walaupun tidak se'agung' Frozen. Big Hero 6 tetaplah layak diperhitungkan sebagai film animasi hiburan yang berbobot.

Gue rating film ini 4 bintang dari 5 bintang...

Keep Rolling... Selamat Menikmati... Have a Great Watch...!!!        


INTERSTELLAR

New Cult for A Space Odyssey 2100...!



Karya Christopher Nolan produksi tahun 2014 produksi Syncopy-Legendary Pictures-Lynda Obst Production, distribusi oleh Paramount Pictures dan Warner Bros Pictures.  Dibuat dengan bujet USD 165 juta.

Sinopsis Gue :

Bumi, di masa depan yang tidak lama lagi, akan terjadi kesulitan pangan dimana banyak terjadi gagal panen dan badai pasir yang banyak menghancurkan hasil pertanian. Tanah di bumi seakan berontak terhadap apapun yang ditanam sehingga diprediksi akan banyak kekurangan bahan pangan dan kelaparan. Sebuah keluarga  dengan kepala keluarga Cooper (Matthew McConaughey), sang petani yang juga seorang insinyur berusaha untuk bertahan hidup dengan hasil tanaman jagung.  Inovasi yang dilakukan untuk bertahan hidup cukup berhasil sehingga keluarga tersebut cukup dipandang dalam keilmuannya.  Dalam suatu peristiwa badai, terdapat misteri di kamar Murphy (Mackenzie Foy), anak perempuan dari Cooper yang merasa bahwa itu adalah ulah dari hantu. Cooper memecahkan mistrei tersebut yang membawanya ke suatu tempat penelitian NASA yang dipimpin oleh Profesor Brand (Michael Caine) dan anak perempuannya Amelia (Anne Hathaway) yang memiliki teori bahwa terdapat kahidupan yang bisa didiami diluar tata surya dengan melewati wormhole. Cooper ditawari sebagai pilot utama dalam misi tersebut. Dengan berat hati, Cooper menerima tawaran tersebut setelah ditentang habis-habisan oleh Murphy. 

Perjalanan antar bintang yang diperkirakan lancar ternyata menemui banyak kendala bahkan memakan korban. Saat misi yang dijalankan tidak sesuai harapan, saat misi yang dilakukan ternyata didasari oleh suatu kebohongan, maka Cooper tetap pada usahanya kembali ke bumi dengan cara apapun, walaupun berspekulasi kehilangan nyawanya.


Review Gue :

Sempat terbersit rasa skeptis pada premis film ini yang sangat dirahasiakan mengingat Christopher Nolan sudah menghasilkan karya 'puncak' seperti Inception dan The Dark Night Rises.  Ternyata skeptis tersebut gugur dengan sendirinya setelah menyaksikan besutan kakak beradik tersebut.   Bisa dibilang inilah karya masterpiece dari Christopher Nolan yang mengungguli Inception. Maaf beribu maaf dengan Stanley Kubrik yang 'digeser' posisi keagungan Space Odyssey 2001 nya. Inilah Space Odyssey 2100 - nya Nolan...! Seperti biasa, tempo berjalan lambat selama 20 menit pertama.  Menit ke 25 mulailah ketegangan demi ketegangan disusun. Ketegangan disini bukanlah ketegangan seperti thriller pada film aksi pada umumnya, namun ketegangan akan tindak lanjut cerita yang kadang oleh Nolan suka 'dipelintir' tiba-tiba.  Memang pada akhirnya banyak pelintiran yang datang tiba-tiba dan itu yang menjadi ciri khas Nolan. Matthew McConaughey yang memperoleh Oscar di Dallas Buyer's Club menampilkan kerja kerasnya disini, dan itu cukup terbayar. Namun 'aktor kesayangan' Nolan lah yang memegang keunggulan di film ini, Michael Caine memberikan performa terbaiknya sebagai Profesor Brand yang memimpin proyek Lazarus dengan resiko yang sangat besar. Yang cukup mengejutkan adalah hadirnya Matt Damon dalam film ini tanpa masuk kedalam title film utama dengan karakter yang sangat bertentangan dengan yang pernah dilakoninya.  Kalaupun ada kekurangan pada film adalah Cooper Station yang bentuknya seperti 'menjiplak' suasana kota lipat di Inception sehingga mengurangi nilai orisinalitas Nolan.  Sinematografer Hoyt van Hoytema benar-benar dapat menerjemahkan keinginan Nolan dengan sempurna. Hans Zimmer, seperti biasanya membawa emosi naik turun dengan komposisi musiknya. Ada yang cukup menggelitik pada saat menjelang akhir dimana Cooper akan mencari Amelia bersama TARS sang robot, sungguh mengingatkan kita pada Luke Skywalker yang terbang bersama R2-D2 nya.

Film ini gue rating 4,5 bintang dari 5 bintang ...

Keep Rolling... Selamat Menikmati... Have a Great Watch... !!!

Rabu, 05 November 2014

Closed Circuit (2013)

Konspirasi di Pemerintahan Inggris


Produksi bareng Amerika - Inggris tahun 2013 karya sutradara John Crowley . Produksi Working Titles Films, distribusi oleh Universal Pictures (Inggris) dan Focus Pictures (Amerika).


Sinopsis Gue : 

Sebuah pasar di London dibom oleh teroris dengan menggunakan bom yang diletakkan di truk. Pemerintah Inggris menahan Farroukh Erdogan sebagai tersangka otak pengeboman tersebut. Untuk dilakukan persidangan, ditunjuklah pembela Martin Rose (Eric Bana) dan Claudia Simmons-Howe (Rebecca Hall) setelah pembela sebelumnya tewas karena kecelakaan. Sehubungan kasus ini bersifat sensitif, dibuatlah dua jenis persidangan yaitu sidang tertutup untuk menentukan tingkat sensitifitas kasus dan sidang umum yang akan dipublikasikan dengan bahan-bahan persidangan yang telah ditentukan oleh hasil sidang tertutup tersebut. Dalam sidang tertutup, pembela Claudia yang mendampingi sangtersangka, sedangkan pada sidang publik tersangka akan ditemani oleh Martin. Kedua pembela tersebut dilarang saling berkomunikasi sehingga tiap pembela tidak mengetahui proses persidangan dan cara pengumpulan data bukti. Masing-masing pembela juga didampingi oleh seorang dari pihak pemerintah. Martin yang melakukan pemeriksaan secara menyeluruh mencurigai adanya keanehan dalam kasus ini. Dugaan konspirasi pun menyeruak setelah berbagai kecurigaan dari Martin terbukti. Upaya untuk memberitahukan kecurigaan konspirasi tersebut kepada Claudia bukanlah hal yang mudah karena kedua pembela tersebut selalu didampingi dari pihak pemerintah dan percakapan mereka senantiasa diketahui oleh pemerintah Inggris. Martin dan Claudia ternyata adalah sepasang kekasih selibgkuh yang menyebabkan Martin terusir dari rumah karena ketahuan berselingkuh dengan Claudia, dan itu dijadikan bahan bagi pemerintah untuk menekan pembela jika berindak 'macam-macam'. Baik Martin maupun Claudia harus adu cerdik dengan agen pemerintah Inggris untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi dengan kasus tersebut. Ending yang antiklimaks namun membuat kita berpikir jauh bahwa konspirasi yang dilakukan oleh pemerintah adalah hal yang dilaur batas kemampuan dari pihak masyarakat umum untuk dapat memahami secara gamblang.


Review Gue :

Materi yang diangkat terbilang cukup sensitif, apalagi dengan mengambil setting negara Ratu Elisabeth sebagai latar kejadian, dimana Inggris tidak 'secuek' Amerika dalam hal cerita tentang konspirasi. Banyak film-film yang mengangkat cerita tentang konspirasi yang dilakukan pemerintah untuk membungkam para vokalis, namun sebagian besar cerita konspirasi tersebut hanya sebagai hiasan tempelan film aksi laga. Closed Circuit mengambil nuansa persidangan tersangka teroris dan rumitnya sistem persidangan di Inggris. Cerita yang ditampilkan dilakukan sedekat mungkin dengan kehidupan masyarakan Inggris sehari-hari sehingga konspirasi-nya pun terasa 'samar' dan 'mulus'. Ide cerita dan pemaparan yang melankolik ini yang membuat nuansa film ini terasa agak datar. Beberapa ketegangan yang coba dibangun tidak dapat dieksekusi dengan indah. Dengan bagian akhir yang menggantung. baik dari sisi cerita maupun hubungan Martin-Claudia membuat penonton dipersilakan mengambil kesimpulan sendiri tentang bagaimana sebaiknya cerita tersebut berakhir. Kekuatan cerita ini disebar merata oleh akting Eric Bana, Rebecca Hall dan Ciaran Hinds. Eric Bana nampaknya memang lebih cocok untuk peran orang awam atau orang cerdas yang terlibat kesulitan ketimbang menjadi seorang hero seperti Hulk atau Hector. Rebecca Hall seperti biasa tampil smart dan 'chic' walaupun belum segemerlap Blake Lively namun tetap masih enak dinikmati. Secara kemampuan, Rebecca Hall masih diatas Blake Lively, namun nampaknya hokinya belum tiba. Ciaran Hinds, masih dengan akting dinginnya yang khas cocok untuk nuansa film Inggris dan film dengan tema konspirasi. 

Film ini gue rating 3 bintang dari 5 bintang ...

Keep Rolling... Selamat Menikmati... Have a Great Watch...!!!


 

Jumat, 31 Oktober 2014

John Wick

Dendam Mantan Pembunuh Profesional




Film Aksi Laga buatan tahun 2014 dengan sutradara Chad Stahelski & David Leich, produksi Summit Entertainment-Thunder Road Pictures-87Eleven Productions-DefyNite Films dan distribusi oleh Lionsgate.


Sinopsis Gue :

John Wick (Keanu Reeves) baru saja kehilangan sang istri Helen (Bridget Moynahan) akibat penyakit yang dideritanya.  Sang istri ternyata sempat memesan sebuah puppy untuk menemani John sebagai pengganti sang istri. Belum genap seminggu kematian sang istri dan kehadiran sang anak anjing yang diberi nama Daisy, datanglah penjahat yang menyatroni kediaman John Wick untuk merampas mobil John Wick yaitu Mustang 1969 Vintage. Penjahat tersebut tidak segan membunuh sang anak anjing. Hal ini membuat John Wick merasa sangat marah sehingga berniat membalas dendamnya dan identitas aslinya yang sudah dipendam selama dua tahun terpaksan dimunculkan lagi. John Wick dua tahun yang lalu adalah pembunuh bayaran yang ditakuti dalam dunia pembunuh bayaran. Dengan bantuan sahabatnya Marcus (Willem Dafoe) dan sang pemilik Hotel Continental, Winston (Ian McShane) mulailah John mengintimidasi sang perampok yang ternyata adalah Iosef Tarasov (Alfie Allen), anak dari Viggo Tarasov (Michael Nyqvist), mafia Rusia berpengaruh di kota New York. dan pertempuran pun dimulai demi membalaskan dendam sang ex pembunuh bayaran.


Review Gue :

Setelah Johny Utah di Point Break (1991), Jonathan (John) Harker di Bram Soter's Dracula (1992), Don John di Much Ado About Nothing (1993), Johnny di Johnny Mnemonic (1995), John Constantine di Constantine (2005), John di Generation Um... (2012) maka sekarang Keanu Reeves  kembali menjadi John di film penuh aksi laga John Wick.  Nampaknya ini merupakan kebangkitan dari Keanu Reeves yang nampak 'stagnan' pasca Trilogy The Matrix yang legendaris.  banyak review positif dengan penampilan Keanu di John Wick ini. Film yang dibesut oleh duo Chad Stahelski & David Leich yang juga bertindak sebagai produser bersama Eva Longoria (betul, Eva Longoria 'Desperate Housewives') merupakan karya pertama duo sutradara tersebut. Debutan sutradara mantan stunt coordinator ini terbilang lebih beruntung daripada rekannya yang membesut Left Behind-nya Nicolas Cage yang mendapat nilai sekadarnya di review film Amerika dan Eropa. Kisah yang dibuat semi linear ini bercerita dengan lancar tanpa tersendat dan melompat sehingga mudah dicerna. Penampilan Michael Nyqvist, Willem Dafoe, John Leguizamo dan Ian McShane membuat film ini lebih berbobot. Michael Nyqvist yang dikenal sebagai aktor watak dari daratan Eropa cukup pas menjadi Mafia Russia yang semula dingin berubah menjadi panik karena jiwa anaknya terancam terbunuh. Willem Dafoe walaupun tidak cukup banyak tampil, cukup memberikan nuansa khusus sebagai 'rekan bisnis' John Wick, John Leguizamo yang cemerlang di film Chef hanya dapat peran 'kecil', tidak sampai 5 menit kehadirannya hingga sayang tidak bisa dimaksimalkan. Ian McShane yang biasa tampil ringan juga kembali tampil ringan sebagai Pemilik Continental Hotel, tempat para pembunuh profesional menginap dan memiliki kode etik khusus diantara mereka. 

Adegan perkelahian yang intens juga menarik ditampilkan, mengingat duo sutradara ini merupakan stunt coordinator, tentunya lebih bisa menempatkan posisi menarik dari masing-masing pelaku perkelahian ini. Konon Keanu Reeves sendiri melakukan 90% aksi laganya tanpa peran pengganti.  Untuk dapat dimaklumi bahwa tingkat intensitas aksinya masih dibawah franchise Jason Bourne ataupun  franchise Taken, namun tetap memperoleh kredit tersendiri. Satu hal yang agak menggelitik bahwa dunia pembunuh bayaran ternyata memilki rekanan bisnis dengan sandi 'layanan pembersih' yang khusus mengurus para korban pembunuh-pembunuh tersebut untuk 'dirapikan'.  Dunia pembunuh profesional di film ini adalah dunia profesional yang penuh dengan etika dan kedisiplinan serta kepatuhan dalam penegakan disiplin kode etik di dalam hotel Continental tersebut.  Pengkhianat dalam kelompok 'asosiasi' tersebut akan dicabut keanggotaannya yang artinya masa hidup sang 'profesional' itupun selesai.

Film ini gue rating 3,5 bintang dari 5  bintang...

Keep Rolling... Selamat Menikmati... Have a Great Watch ... !!!

SOLIT4IRE

Kisah 4 Hantu (tapi hantunya keroyokan)


Menyambut Halloween 2014, Indonesia tidak ketinggalan menyuguhkan film horor 'avant garde' karya Rico Michael, produksi dari Happy Friends dan E-motion. Film dengan durasi 90 menit ini menyuguhkan 4 cerita horor berbeda yang memiliki satu benang merah utama.


Sinopsis Gue :
  
Ada empat cerita horor dalam suatu kejadian yang saling bertaut. Dimulai dengan sebuah cerita di sebuah perkantoran di lantai 16 dimana terdapat hantu wanita yang menemani seorang karyawan yang lembur, pada awalnya dikira merupakan teman sekantornya yang ternayat adalah hantu penunggu lantai tersebut. Cerita melompat ke seorang wanita dari Cianjur yang mulai kost di suatu rumah besar dengan penghuni 'senior' yang ceriwis-nyinyir. Rumah Kost besar tersebut ternyata memiliki aura hantu yang dapat mempengaruhi perilaku si penghuni baru dari Cianjur. Kisah lainnya adalah seorang sopir ambulans pembawa jenazah yang terpengaruh oleh harta sehingga harta benda sang jenazah dijarah, yang membuat arwah  tersebut tidak terima dan menuntut balas. Melompat lagi kepada dua orang mahasiswa yang sedang dalam masa 'ospek' yang kemudian diculik oleh seniornya untuk diberikan ospek tambahan karena dianggap tidak menghormati sang senior. Penculik tersebut membawa sang korban ke wilayah Depok yang kemudian diceritakan tentang Urban Legend bernama Jack Jangkung yang berkeliaran menyantap orang-orang yang tersesat. Terjadi sebuah kecelakaan dimana seorang mahasiswa baru tersebut menjadi korban tewas tanpa disengaja, sehingga akhirnya perlu dibereskan semua agar tidak meninggalkan saksi. Yang terjadi adalah munculnya Jack Jangkung yang membantai semua yang terkait penculikan tersebut. Cerita terakhir terkait kembali ke cerita awal dimana kantor di lantai 16 tersebut memilki penunggu, yang kemudian juga mengganggu sang wanita eksekutif muda yag tengah dipaksa lembur oleh sang pimpinan. Teror ternyata berlanjut hingga si wanita melarikan diri ke basement dengan harapan selamat dari teror sang penunggu, ternyata malah berhadapan dengan makhluk halus yang lain dengan jumlah yang lebih banyak. 


Review Gue :

Kehadiran film horor dengan pengambilan set kamera dengan gaya baru merupakan karya yang patut diapresiasi. Inovasi tersebut membuat suasana film jadi lebih 'segar'. Namun masih banyak catatan kaki yang harus disampaikan untuk dapat dibenahi di film kemudian yang kabarnya akan dibuat sekuelnya. Sound efek yang awalnya dibuat untuk meningkatkan ritme horornya ternyata terlalu penuh dan tinggi sehingga terasa bising. rasa 'siap-siap untuk kaget' yang awalnya sudah menunggu untuk disentak menjadi berkurang karena kebisingan efek tersebut. Para pemain masih berlakon dengan standar sinetron sehingga gaya nyinyir dan melotot-melotot sambil mencibir masih cukup terasa dalam beberapa adegan. Adegan para orang yang memilki kuasa pun masih stereotip, berbahasa tinggi sambil mengangkat dagu tinggi-tinggi. Yang bermain santai dalam film ini adalah Ikhsan Samiaji dan Mastur. Mereka bermain cukup natural walaupun belum maksimal (atau belum dimaksimalkan oleh sutradara). Pamela Hallatu juga cukup rileks mainnya walaupun masih agak ragu dalam mengeksploitasi ketakutannya. Selebihnya masih berupa pelakon sinetron dengan plot wajib. Editing film cukup cepat dan lumayan bagus, hanya bagi kamera ada yang mengganjal pada saat sang hantu memandang calon korban dengan efek infra merah, berkedut dan bergoyang oleng sehingga terasa ada pertanyaan, ini film hantu atau film monster ya? Peran hantu yang mengeroyok di basement pun terasa dipaksakan sehingga kembali ada celetukan 'hantunya beraninya keroyokan'.

Dasar cerita yang diangkat sebenarnya menarik, dan akan lebih bagus lagi jika tiap cerita tersebut dirangkai dengan penjelasan yang tidak melompat pada akhirnya, bahwa Solit4ire adalah permainan kartu dimana 4 kartu utama menunjuk pada korban yang akan dipersembahkan. Namun karena korban tewasnya lebih dari banyak, nampaknya bandar hantunya dapat untung besar. Dibanding dengan film horor Indonesia yang lain, film ini berani menunjukkan perbedaannya. Dengan beberapa perbaikan tersebut, pasti hasilnya akan lebih mengguncang lagi. Film murni horor Indonesia tidak (belum) ada lagi yang benar-benar bikin merinding sejak Jaelangkung tahun 1990-an. Semoga akan ada lagi inovasi film horor Indonesia.

Film ini gue rating 2 bintang dari 5 bintang...

Keep Rolling... Selamat Menikmati... have a Great Watch...!!!
 

Kamis, 23 Oktober 2014

Chef

Inovasi Masakan Lintas Negara Bagian


Film Drama-Komedi tahun 2014 besutan sutradara kondang Jon Favreau yang juga bertindak sebagai produser dan pemeran utama. Produksi Fairview Entertainment - Aldsamisa Entertainment, dengan distributor Open Road Films.

Sinopsis Gue :

Carl Casper (Jon Favreau) adalah seorang Chef yang cukup dikenal di Los Angeles dengan ciri khas makanan yang beraliran bebas di sebuah retoran milik Riva (Dustin Hoffman). Dibantu oleh Martin (John Leguizamo) sang asisten dan Tony (Bobby Cannavale) sang sous chef, trio juru masak tersebut bekerja solid dengan rasa kekeluargaan yang tinggi. Hingga pada suatu hari datanglah Ramsey Michel (Oliver Platt) sang kritikus makanan yang mencicipi masakan 'karya' Casper. Namun apa nyana, kritikan tajam mendera masakan Casper yang dinilai kurang variatif dan kurang berani. Karya 'statis' Casper semata memang atas perintah Riva yang enggan untuk melakukan inovasi masakan sehingga Casper yang terkena getahnya. Tidak terima dengan kritik Ramsey, terjadilah 'perang' via Twitter dan dikuatkan dengan adu mulut diantara mereka yang ternyata direkam oleh pengunjung resto dan diunggah di sosmed sehingga membuat Casper 'terkenal' karene temperamennya.  Keputusasaan Casper karena tidak bisa berinovasi membuatnya keluar dari restoran tersebut. Dukungan dari Molly (Scarlett Johansson) sang pengurus restoran untuk mandiri semakin menguatkan Casper. Mantan istrinya, Inez (Sofia Vergara) menyarankan agar Casper sebaiknya berinovasi dengan karyanya sendiri dan akan diberikan modal untuk membuat 'food truck'. Casper yang awalnya menolak akhirnya mencoba untuk berwirausaha dengan bantuan dari mantan suami Inez sebelum Casper, seorang pengusaha nyentrik bernama Marvin (Robert Downey, Jr.). Toh Marvin hanya membantu memberikan truk yang sudah aagak rongsok sehingga membutuhkan banyak perbaikan. Dari situlah kedekatan antara Casper dengan anak semata wayangnya Percy (Emjay Anthony) mulai terbina setelah sekian lama renggang. Diluar dugaan datanglah Martin yang ikut berhenti karena bertekad akan ikut Casper dalam kondisi apapun. Truk yang telah selesai diperbaiki itu diberi nama El Jefe. truk yang diperbaiki di Miami harus dibawa lewat jalan darat ke Los Angeles melintasi beberapa negara bagian. Sambil berjualan masakan karya Casper yang khas, ketiga 'pria' tersebut melintasi Amerika sambil bertualang. Dengan bantuan Percy yang memuat laporan perjalanan mereka lewat sosmed, truk El Jefe mendapat sambutan hangat di setiap persinggahan. Sesampai di Los Angeles ternyata kembali dipertemukan dengan Ramsey yang ternyata telah menjual situs kritiknya dan menjadikan Casper sebagai partner restoran dimana Casper memegang penuh kewenangan atas inovasi karya Chef Casper.


Review Gue :

Jon Favreau adalah seorang sutradara multi talenta yang sukses menelorkan franchise Iron Man. Namun kesuksesan film mega bujet tersebut tidak membuat hasrat membuat film indie-nya padam. Chef adalah karya 'comeback' nya ke film indie sambil beristirahat diantara menyutradarai dan membintangi film mega bujet. Hasil yang ringan tapi tajam dalam Chef masih dapat dipertahankan oleh Jon Favreau. Tidak tanggung-tanggung, Jon Favreau berguru langsung kepada Chef Roy Choi, Chef terkenal asal Korea yang juga memiliki banyak Food Truck dengan berbagai jenis masakan. Satu-satunya kekurangan dalam film adalah Jon Favreau asyik menjadi maestro di film besutannya sehingga kadang tanpa disadari 'menenggelamkan' aktor/aktris lain yang tak kalah mutunya. Bagusnya John Leguizamo tak terlidas oleh Favreau. Kelincahan khas ala Leguizamo dapat mengimbangi dominasi Favreau. Kehadiran Scarlett Johansson dan Robert Downey Jr. yang merupakan sahabat dekat Favreau walaupun tidak sampai 5 menit cukup membuat improvisasi film ini lebih segar. 'Witty' dan sinisnya Robert Downey Jr. cukup menggelitik walaupun tidak setengil di Iron Man. Dustin Hoffman juga bisa memanfaatkan momen sejenaknya sebagai pemilik resto yang kaku dan takut akan resiko. Sofia Vergara diberikan kesempatan bermain 'normal' keluar dari perannya sebagai istri seksi di sitkom Modern Family. Oliver Platt tidak banyak berubah dari sisi penampilan maupun aktingnya. Emjay Anthony menjadi sosok yang mencuri perhatian berperan sebagai anak tunggal Casper yang 'jago' dalam gadget dan ikut membesarkan El Jefe dalam perjalanan melintasi Amerika. Film ini nyaman untuk dinikmati. Cerita yang mengalir lancar tanpa ada hentakan mungkin akan menjadi suatu antiklimaks bagi peminat 'Action Addict'. Namun akhir yang lembut memang membuat film ini memiliki nuansa yang berbeda.

Gua rating film ini 4 bintang dari 5 bintang...

Keep Rolling... Selamat Menikmati... Have a Great Watch... !!!